Friday, February 6, 2015

Anjurkan ML Saat Pacaran, Buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” Dikecam

Buku berjudul “Saatnya Aku Belajar Pacaran” karya Toge Aprilianto mendapat kecaman keras dari para netizen di media sosial. Penulis yang juga seorang psikolog dari Surabaya itu, dalam sebagian halamannya, menganjurkan bagi yang pacaran untuk melakukan seks bebas (making love – ML). Meskipun setelah anjuran tersebut Toge memberikan catatan bahwa jika para pelaku harus siap dengan konsekuensinya, namun netizen menganggap hal itu tabu dan tidak sesuai denga adat ketimuran maupun norma agama.
“Jadi kalo pacarmu ngajak ML, kamu boleh aja nurutin maunya dia, kalo kamu sanggup. Artinya, kamu mau nglakuin itu n kamu juga siap ngdepin akibat dari perilaku ML itu,” tulis Toge dalam sebuah halaman pada bukunya, seperti tertulis dalam potongan foto yang banyak dijumpai lewat Facebook.
Toge mengambil hati pembacanya dengan menyesuaikan kondisi psikologis remaja yang serba ingin tahu.Bahkan kalimat subjudul kontroversial pada cover buku yang cukup menarik minat remaja lugu adalah “karena pacaran membuatku memahami bagaimana memaknai relasi”. Selain itu, pengemasan kalimat dalam buku tersebut tidak memakai kaidah EYD. Penulisan menyesuaikan gaya bahasa anak gaul masa kini yang kerap bercakap dengan singkatan kata.
saatnya aku
Netizen pun banyak berkomentar dengan nada emosi. Salah satunya menyoroti tentang HIV/AIDS yang begitu mudah menyebar saat ini di kalangan anak muda.
“Ayo kita sweeping buku2 porno. Bullshit dgn kebebasan ekspressi. Sy pernah kerja di tempat yg kampanye “ATM Kondom” utk anak remaja (mencegah HIV\aids). Apa mrk gak mikir kalo anak mrk zina, narkoba, dan kena HiV?” tutur seorang netizen, seperti dikutip laman Viva.
Sementara itu, akun milik Syaiful Hadi mengingatkan penulis tentang aturan norma yang berlaku di Tanah Air. Penulis dinilai lupa bahwa masyarakat Indonesia masih menjunjung norma agama, adat istiadat, dan budaya leluhur.
“Kita tidak bisa disamakan dengan negara-negara Eropa yang hidup semau gue asal tidak menyakiti orang lain. Terlepas dari itu semua, ketika saya membaca lembaran itu, ada beberapa kata yang tidak sesuai EYD, ada beberapa kalimat yang tidak baik, dan jauh sekali dari kata berkualitas,” tulis Syaiful.
Buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” garapan Toge Aprilianto ini diterbitkan oleh penerbit Brilian Internasional. Toge juga pernah menulis karya lain seperti “Ku Didik Diriku Demi Mendidik Anakku” dan “Ku Rangkul Diriku Demi Merangkul Bahagiaku”.

Anjurkan ML Saat Pacaran, Buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” Dikecam Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 comments:

Post a Comment